Di tengah krisis iklim, alih fungsi lahan, dan ketergantungan pangan impor, kita makin jauh dari sumber pangan kita sendiri. Padahal, pangan lokal menyimpan kekuatan besar: lebih adaptif, beragam, dan dekat dengan budaya serta lingkungan kita.
Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam. Namun, masih banyak generasi muda belum mengenal tanaman dan pangan lokal di sekitarnya, termasuk pangan lokal seperti beleleng dan sukun yang dulu menjadi penopang ketahanan pangan masyarakat namun sekarang mulai terlupakan.
Melalui kegiatan Lacak Jejak Pangan Lokal, kami mengajak pemuda berperan aktif untuk bertanya dan belajar tentang pangan dengan mengenali dan mendokumentasikan keanekaragaman hayati di sekitar mereka dan berkontribusi langsung lewat aksi penanaman.
Karena masa depan pangan tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal kesadaran, pengetahuan, keberpihakan kepada lingkungan , dan aksi nyata dari kita hari ini.