Yora Hero

Jelajah Bayan

Di saat masyarakat dunia mencari solusi atas perubahan iklim, masyarakat adat Bayan telah lama mempraktikkan pengetahuan dan cara hidup yang selaras dengan alam. Berangkat dari sana, Geopark Rinjani bersama komunitas masyarakat hukum adat Bayan mengajak pemuda untuk belajar secara langsung dari sumbernya, tentang praktik kearifan lokal dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Pembelajaran lapangan dipandu langsung oleh pejabat dan tokoh adat. Perjalanan ini membawa peserta menyusuri Hutan Adat Bangket Bayan hingga ke mata air Mandala, di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Selain menghadapi perubahan iklim, Pulau Lombok juga berada di wilayah rawan bencana, terutama gempa bumi. Kondisi ini membentuk pengetahuan lokal dan cara masyarakat berinteraksi, mengelola risiko, dan menjaga keseimbangan alam.

Bagi masyarakat adat Bayan, alam bukan sekadar sumber daya, melainkan bagian dari sistem kehidupan yang saling terhubung. Hutan, air, pangan, dan manusia dipandang sebagai satu kesatuan yang harus dijaga secara holistik. Dari cara pandang inilah, lahir berbagai praktik yang menjadi bentuk nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Praktik-praktik yang dilakukan sebagai upaya konservasi alam, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim adalah dengan; Pengelolaan hutan adat dan mata air secara terpadu, melalui ritual dan penerapan awiq-awiq atau aturan adat, diversifikasi pangan lokal adaptif, wariga dan pola tanam, serta arsitektur permukiman rumah adat dan lumbung pangan

Dari Bayan, kita belajar bahwa solusi iklim telah lama ada dan tetap relevan hingga saat ini, hidup dalam pengetahuan lokal yang terjaga. Kini, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memahami, menjaga, mengembangkannya, dan meneruskannya.